Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sudirman Said

Keprihatinan Sudirman Said Terhadap Bupati Di Jawa Tengah

Gambar
beritahub .Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said merasa sedih dan prihatin dengan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Purbalingga oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), Senin (4/5/2018). “Saya sedih dan prihatin lagi-lagi naman Jawa Tengah terciderai, karena lagi-lagi yang kena OTT KPK kepala daerah dari Jawa Tengah,” kata Sudirman di Jakarta, Senin malam. Ia berharap, penangkapan kali ini adalah OTT terakhir di Jawa Tengah. Karenanya dia mengimbau, kepala daerah yang ada bekerja menjaga nama baik Jawa Tengah. “Mari jaga nama baik Jawa Tengah. Karena dengan kasus OTT terbaru ini berarti sudah 33 kepala daerah/wakil kepala daerah dari Jawa Tengah yang berurusan dengan KPK. Mari kita jaga bersama agar tidak tambah lagi,” papar dia. Lebih lanjut Sudirman berpesan kepada masyarakat Jawa Tengah umumnya, dan masyarakat di tujuh kabupaten/kota di Jateng yang menggelar Pilkada agar memilih calon yang bersih, yang tidak memiliki potensi menjadi pasien KPK. “Pilih...

Persoalan Ribuan Masyarakat Jawa Tengah Yang Tak Pernah Usai

Gambar
jurnalfakta .Berlarut-larutnya persoalan ribuan warga Jawa Tengah yang terdampak proyek Waduk Kedungombo menjadi “bukti masyarakat paling bawah tidak diurus dengan baik”. Hal tersebut diungkapkan oleh calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said saat berdialog dengan warga sekitar Waduk Kedungombo di Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Sragen, Jateng, Minggu (27/5). “Sudah puluhan tahun persoalan tersebut tidak terselesaikan dan kurang ada perhatian dari pemerintah untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” kata Sudirman. “Jika insya Allah dipercaya masyarakat Jawa Tengah, saya akan bentuk Tim Khusus untuk mencari persoalan yang sudah berlarut-larut selama puluhan tahun ini,” kata Sudirman kepada ratusan warga sekitar Waduk Kedungombo yang datang dari Boyolali, Stagen, dan Grobongan itu. Menurut mantan menteri ESDM itu, tim khusus ini nantinya akan berkoordinasi dengan para pihak yang terkait dalam masalah ini. Pemimpin Jawa Tengah, lanjutnya, harus hadir dan mencari solu...

Sudirman Said Merasa Ada Kecurangan Di Pilgub Jateng 2018

Gambar
jurnalutama .Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menduga ia dan tim suksesnya dicurangi. Salah satunya, adanya larangan berpidato pada sebuah kegiatan sosialisasi. Ia menduga ada pihak tertentu yang tidak suka. Sudirman juga menerima laporan dari panitia pengawasan (panwas) yang merasa ditekan dan dihalang-halangi kelompok tertentu. “Kami menerima keluhan dari Panwas dan petugas lapangan. Sebagian bekerja dalam tekanan oleh kepala daerah yang berbeda pilihan dengan kami,” kata Sudirman lewat siaran pers, Minggu (27/5) malam. Contoh bentuk larangan itu, yakni menghentikan pidato yang dilakukan pihak Sudirman tanpa alasan jelas. Rencananya, cagub yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PKB itu akan melaporkan bentuk ketidakadilan tersebut ke Bawaslu Jateng. “Dalam waktu dekat kami akan sampaikan upaya-upaya yang menciderai demokrasi dan menista keinginan rakyat Jateng untuk berubah,” ujarnya. Mantan Menteri ESDM itu tetap optimis bersama pasangannya, ida Fa...

Sudirman Said: Pancasila Merupakan Anugerah Bangsa Indonesia

Gambar
wartahub .Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut dua, Sudirman Said menilai Pancasila harus menjadi anugerah, yang harus disyukuri bangsa Indonesia. “Pancasila merupakan rumusan luar biasa, tinggal bagaimana kemauan kita untuk melaksanakannya,” kata Sudirman Said di Semarang, Kamis. Menurut Sudirman, kondisi yang terjadi saat ini banyak orang lupa untuk melihat kembali tentang sejarah rumusan itu. Akibatnya, kata Sudirman, terjadi pendangkalan dalam memahami dan mengamalkan Pancasila. Sudirman menilai Pancasila merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan bernegara, lanjut Sudirman, berada di sila kelima. “Meski demikian, sila kelima bisa terwujud jika sila pertama hingga keempat bisa terpenuhi,” kata mantan Menteri ESDM ini. Melihat rumusan luar biasa itu, Sudirman meyakini Pancasila akan berlaku panjang, bahkan cenderung universal.